Selasa, 03 Maret 2009

Sebesar apa Kepercayaan diri anda?

KAMI PERCAYA NIAT ANDA
Bahwa :
a. Semua mahasiswa mau sukses
b. Semua pelajar mau menjadi pemimpin (dan memang harus bisa memimpin)
c. Semua pekerja mau bekerja dalam peran diri.

Kenyataannya :
a. Mayoritas mahasiswa hanya berburu indeks prestasi, kurang percaya diri didepan public
b. Pelajar tidak mempersiapkan dari dini untuk jadi pemimpin, juga karena kurang percaya diri
c. Tidak semua orang siap untuk bekerja.

DEMAM PANGGUNG,
TIDAK PeDe,

TIDAK BERINISIATIF.

menjadi penampilan menarik bagi mayoritas orang didepan Public

Resikonya :
Mereka tidak siap menjadi generasi pelanjut pembangunan bangsa dimasa datang,
bahkan tidak siap mandiri.


Ancaman berikutnya :
MENJADI PENGANGGURAN INTELEKTUAL

Sukseskan Pelatihan
PUBLIC SPEAKING UNTUK MAHASIWA
Tema : Cipta generasi mandiri
Soft skill komunikasi
Dengan Metode
IMPHAS PILAR
Yang dikembangkan selama bertahun-tahun oleh
LEMBAGA NURANI BANGSA INDONESIA KOMUNIKATIF
(LENSA Komunika)
Communication Learning Centre (CLC)

Waktu : 19 april tahun 2009
Alamat Sekretariat : Jln Mannuruki Raya Nomor 2, Kec. Tamalate Makassar
Alamat Blog: http://lensakomunika.blogspot.com

Team work:
Ilhad,
Mardiyah "Eye"
Eka Keswara Putra,
Anastry M.
Tawakkal,
Alisyah,
Hamka,
Salmawati
Inez Risbayunika,
Muammar Kadafi.
Read More...

Sabtu, 28 Februari 2009

BERMIMPI

Saya akan mengajak anda bermimpi. Ada apa dengan mimpi? Mengapa kita harus bermimpi? Bukankah mimpi itu bunganya tidur? Apa kita harus tidur terlebih dulu? Bagaimana mau maju, bukankah kita sudah banyak tidur?
Begini, Umar bin Khathab ra pernah berdialog dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Khathab ra berkata : “Berangan-anganlah! Maka salah satu diantara yang hadir berkata : “ Saya berangan-angan kalau saja saya mempunyai banyak uang,lalu saya belanjakan untuk memerdekakan budak dalam rangka meraih ridha Allah”.
Mungkin anda bertanya dalam hati mengapa harus bermimpi sih? Memang mimpi itu kembangnya tidur dan bukankah kita harus realistis?
Begini para reader, memang mimpi bisa jadi tinggal mimpi. Namun ada sebuah hikmah “bermimpilah sebelum kamu menjadi pemimpin.”serta “belajarlah sebelum engkau jadi pemimpin.”
Ternyata banyak orang-orang besar, pemimpin besar yang berangkat dari seorang pemimpi. Jadilah pemimpi besar untuk menjadi pemimpin besar. “Laa budda lil qaa-idi an yaakuuna lahu ahlam, wa illa la yashluh an yakuuna qaa-idan….Seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak ia tidak layak untuk jadi seorang pemimpin”.
Memang kenyataannya, kita akan kehabisan stok pemimpin jika tidak ada lagi orang yang berani bermimpi dan bercita-cita besar. Nah, bila untuk bermimpi saja tidak berani, bagaimana ia berani untuk jadi seorang pemimpin?
Karen menjadi pemimpin berarti menjadi orang yang cerdas. Yakni berani berfikir mendahului masanya, meski kadang orang lain belum bisa memahaminya. Ia juga obsesif. Memiliki pikiran dan gagasan besar diluar apa yang dipikirkan orang lain. Seperti yang dilakukan Khidr, hal-hal yang tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh Nabi Musa.
Tapi yang aneh, kadang untuk bermimpi dan bercita-cita saja takut apalagi untuk meraihnya. Iya kan?? So…
“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” (Arai dalam “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata) Read More...

Sebuah Kebanggaan

Teruntuk seseorang yang membuatku bangga.....


Aku mencintai dia dengan sebuah kesederhanaan
yang muncul dari sang nurani tanpa kebohongan
yang ku semai dari dinding-d inding hati
Aku tidak tahu mengapa aku mencintainya
Akupun tidak mau tahu apa yang ada dalam pikiranku
Karena sudah cukup aku tahu bahwa aku mencintainya
dalam hati dan jiwaku
Sudah cukup bagiku untuk menyandarkan kepalaku pada bahunya
Jika aku bersedih, jika aku bingung dan jika aku galauga
atau jika aku bahagia dan penuh kegembiraan
Ingin rasanya berjalan terus disampingmu
menuju puncak tertinggi di dunia ini
dan sesekali masa ingin kuteriakkan bahwa
"Aku bangga ada disampingmu" Read More...