Pengertian
- Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain , anak akan berkata-kata, belajar memnyesuaikan diri dgn ling, melakukan apa yg dapat dilakukan, dan mengenal waktu, jarak, serta suara .
(Wong, 2000).
- Bermain adalah cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadarinya .
(Miller dan Keong, 1983).
- Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan.
(Foster, 1989).
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah
“” Kegiatan yang tdk dpt dipisahkan dari kehidupan anak sehari-hari krn bermain sama dgn berja pada org dewasa, yg dapat menurunkan stres anak, belajar berkomunikasi dgn ling, menyesuaikan diri dgn ling, belajar mengenal dunia dan meningkatkan kesejahteraan mental serta sosial anak.””
FUNGSI BERMAIN
1. Perkembangan sensorik motorik
u Pada saat melakukan permainan, aktifitas motorik mrpk komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot.
2. Perkembangan intelektual
u Anak melakukan ekplorasi dan manipulasi thp segala sesuatu yg ada di ling sekitarnya, terutama
mengenal warna, bentuk, ukuran, tekstur dan membedakan objek.
u Pada saat bermain anak akan melatih diri dan memecahkan masalah.
3. Perkembangan sosial.
u Perkbg sosial ditandai dgnkemampuan berinteraksi dgn lingkungannya.
u Bermain dgn orla akan membantu anak utk mengembangkan hub sosial dan belajar memecahkan
masalah dari hub tersebut.
u Anak belajar berinteraksi dgn teman, memahami bahasa lawan bicara, dan belajar ttg nilai sosial yang ada pd kelompok.
4. Perkbg kreatifitas
u Kemampuan utk menciptakan sesuatu dan mewujudkan ke dlm bentuk objek dan atau kegiatan yang dilakukannya.
5. Perkembangan kesadaran diri.
u Anak akan mengembangkan kemampuannya dlm mengatur t.l.
u Anak akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkan dgn orla dan menguji kemampuannya dgn mencoba peran baru dan mengetahui dampak t.l terhadap orla.
6. Perkembangan moral
u Anak mempelajari nilai benar dan salah dari ling, terutama dari ortu dan guru.
u Anak akan mendapatkan kesempatan utk menerapkan nilai-nilai sehingga dapat diterima di ling dan dpt menyesuaikan diri dgn aturan yg ada dikelompoknya.
u Anak belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yg akan dilakukan.
7. Terapi
u Pada saat dirawat di RS anak akan mengalami berbagai perasaan yg sangat tidak menyenangkan, seperti marah,takut,cemas, sedih
dan nyeri, sehinggaanak –anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya dlm bentuk permainan.
TUJUAN BERMAIN
1. Untuk melanjutkan tukem yg normal pada saat sakit .
2. Mengekspresikan perasaan , keinginan, dan fantasi serta ide-idenya.
3. Mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Dapat beradaptasi secara efektif thp stres karena sakit dan di rawat di RS.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI AKTIFITAS BERMAIN
1.Tahap perkembangan anak
u Perawat hrs mengetahui dan memberikan jenis permainan yg tepat utk setiap tahapan pertumb dan perkem anak.
2. Status kesehatan anak
Perawat hrs mengetahui kondisi ana pada saat sakit dan jeli memilihkan permainan yg dapat dilakukan anak sesuai dgn prisnsip bermain pd anak yg sedang dirawat di RS.
3. Jenis kelamin
u Dalam melakukan aktifitas bermain tidak membedaskan jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
u Ada pendapat ygdiyakini bahwa permainan adl salah satu alat
mengenal identitas dirinya.
4. Ling yang mendukung
u Ling yg cukup luas utk bermain memungkinkan ana mempunyai cukup ruang utk bermain.
5. Alat dan jenis permainan yg cocok
u Pilih alat bermain sesuai dgn tahapan tukem anak
u Alat permaianan tidak selalu harus dibeli ditoko dan harus mahal.
KLASIFIKASI BERMAIN
a. Menurut isinya
u Sosial affective play : hub interpersonal yg menyenangkan antara anak dgn orla (EX : ciluk-baa).
u Sense of pleasure play : permaianan yg sifatnya memberikan kesenangan pada anak (EX : main air dan pasir).
u Skiil play : permainan yg sifatnya memberikan keterampilan pada anak (EX: naik sepeda).
u Dramatik Role play : anak bermain imajinasi/fantasi (EX : dokter dan perawat).
u Games : permaianan yg menggunakan alat tertentu yg menggunakan perhitungan / skor (EX : ular tangga).
u Un occupied behaviour: anak tidak memainkan alat permainan tertentu, tapi situasi atau objek
yang ada disekelilingnya , yg digunakan sebagai alat permainan(EX : jinjit-jinjit, bungkuk-bungkuk, memainkan kursi, meja dsb).
b. Karakter sosial
u Onlooker play : anak hanya mengamati temannya yg sedang bermain, tanpa ada inisiatif utk ikut berpartisifasi dlm permainan(EX : Congklak).
u Solitary play : anak tampak berada dlm klp permaianan, tetapi anak bermain sendiri dgn alat permainan yg dimilikinya.
u Parallel play : anak menggunakan alat permaianan yg sama, tetapi antara satu anak dgn anak lain tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak satu dgn lainya tida ada sosialisasi.
u Associative play : permeianna ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dgn anak lain, tetapi tidak terorganisasi, tidak ada pemimpin
dan tujuan permaianan tidak jelas (EX bermain boneka,masak-masak).
u Cooperative play : aturan permainan dlm klp tampak lebih jelas pada permaiann jenis ini, dan punya tujuan serta pemimpin (EX : main sepak bola).
BENTUK-BENTUK PERMAIANAN BERDASARKAN KELOMPOK USIA
A. Umur 1 bulan (sense of pleasure play).
- Visual :dpt melihat dgn jarak dekat
- Audio : berbicara dgn bayi
- Taktil : memeluk, menggendong
Kinetik : naik kereta, jalan-jalan.
b. Umur 2-3 bln
- Visual : memberi objek terang,membawa bayi keruang
yang berbeda .
- Audio :berbicara dgn bayi,memyanyi
- Taktil : membelai waktu mandi, menyisir rambut.
c. Umur 4-6 bln
- Visual : meletakkan bayi didepan kaca, memebawa bayi nontong TV.
- Audio : mengajar bayi berbicara, memanggil namanya, memeras kertas.
- Kinetik : bantu bayitengkurap, mendirikan bayi pada paha ortunya.
- Taktil : memberikan bayi bermain air.
d. Umur 7-9 bln
- Visual : memainkan kaca dan membiarkan main dgn kaca serta berbicara sendiri.
- Audio : memanggil nama anak, mngulangi kata-kata yg diucapkan seperti mama,papa.
- Taktil : membiarkan main pada air mengalir.
- Kinetik : latih berdiri, merangkap, latih meloncat.
e. Umur 10-12 bln
- Visual : Memperlihatkan gambar terang dlm buku.
- Audio : membunyikan suara binatang tiruang, menunjukkan tubuh dan menyebutnya.
- Taktil : membiarkan anak merasakan dingin dan hangat, membiarkan anak merasakan angin.
- Kinetik : memberikan anak mainan besar yg dapat ditarik atau didorong, seperti sepeda atau kereta.
f. Umur 2-3 tahun
- Paralel play dan sollatary play
- Anak bermain secara spontan, bebas, berhenti bila capek, koordinasi kurang (sering merusak mainan)
- Jenis mainan :boneka,alat masak,buku cerita dan buku bergambar.
g. Preschool 3-5 thn
- Associative play , dramatik play dan skill play.
- Sudah dapat bermain kelompok
- Jenis mainan : roda tiga, balok besar dgn macam-macam ukuran.
h. Usia sekolah
- Cooperative play
- Kumpul prangko, olra
i. Masa remaja
- Anak lebih dekat dgn kelompok
- Olra, musik,komputer, dan bermain drama.
PRINSIP BERMAIN DI RS
1. Tidak banyak mengeluarkan energi, singkat dan sederhana.
2. Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang.
3. Kelompok umur yg sama.
4. Permainan tidak bertentangan dgn pengobatan
5. Semua alat permaianan dpt dicuci
6. Melibatkan ortu.
Read More...
Jumat, 14 November 2008
Sabtu, 08 November 2008
TEKNIK KOMUNIKASI PADA ANAK
1. Pengertian
Komunikasi adalah suatu proses ketika informasi disampaikan pada orang lain melalui simbol-simbol , tanda, atau tingkah laku (Haber,1987).
Komponen Dalam Komunikasi
1. Komunikator / Pengirim pesan
Yang menjadi komunikator dalam hal ini adalah anak, keluarga, atau kelompok .
2. Komunikan / penerima pesan
Penerima pesan mrp org yg menerima berita atau lambang .
3. Pesan
Berita yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui lambang, pembicara, gerakan atau sikap.Ex : Informasi ttg masalah kesehatan anak.
4. Media
Sarana atau saluran dari komunikasi. Dapat berupa media cetak, audio, visual, atau audio visual.
5. Umpan Balik
Reaksi komunikan sebgai dampak atau pengaruh dari pesan yg disampaikan, baik secara lgs m/p tidak lgs.
Sikap Dalam Komunikasi
Menurut Egan (1995); menyampaikan sikap kom mrpkan sesuatu apa yang harus dilakukan dalam komunikasi baik secara verbal m/p non verbal.
1. Sikap berhadapan
Bentuk sikap dimana sesorg lgs bertatap muka atau berhdp lgs dgn anak ( Komunikator siap utk berkomunikasi).
2. Sikap mempertahankan kontak
Bertujuan menghargai klien dan mengatakan adanya keinginan untuk tetap berkomunikasi dgn cara selalu memperhatikan apa yg diinformasikan atau disampaikandgn tidak melakukan kegiatan yg dapat mengalihkan perhatian dgn lainnya.
3. Sikap membungkuk kearah pasien
Menunjukkan keinginan utk mengatakan atau mendengar sesuatu dgn cara membungkuk sedikit kearah klien.
4.Sikap terbuka
Bentuk sikap dgn memberikan posisi kaki tidak melipat,tangan menunjukkan keterbukaan
untuk berkomunikasi
5. Sikap tetap relaks
Menunjukkan adanya keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dlm memberi respons pada klien selama komunikasi.
Sikap Komunikasi Terapeutik
1. Sikap kesejatian
Menghindari membuka diri yg terlalu dini sampai dgn anak menunjukkan kesiapan utk berespon positif terhadap keterbukaan, sikap kepercayaan kita pada anak.
2. Sikap empati
Bentuk sikap dgn cara menempatkan diri kita pada posisi anak dan org tua.
3. Sikap hormat
Bentuk sikap yg menunjukkan adanya suatu kepedulian/perhatian, rasa suka dan menghargai klien. EX : senyum pada saat yg tepat, melakukan jabat tangan atau sentuhan yang lembut dgn seizin komunikan.
4. Sikap Konkret
Bentuk sikap dengan menggunakan terminologi yg spesifik dan bukan abstrak pada saat kom dgn klien , EX : gambar, mainan, dll.
Komunikasi dengan Anak Sesuai TUKEM
1. Bayi : mengungkapkan kebutuhan dgn t.l dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh org sekitarnya EX: menangis.
2. Toddler dan Pra sekolah
- Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya.
- Memberi kesempatan pada mereka untk menyentuh alat pemeriksa yg akan digunakan.
- Bicara lambat
- Hindari sikap mendesak utk dijawab EX : jawab dong.
- Hindari konfrontasi lgs
- Salaman pada anak ( kurangi rasa cemas)
- Bergambar atau bercerita.
3. Usia sekolah
- Gunakan kata sederhana yg spesifik
- Jelaskan sesuatu yg membuat ketidakjelasan pada anak
- Jelaskan arti fungsi dan prosedur tindakan
- Jangan menyakiti atau mengancam
4. Usia remaja
- Berdiskusi atau curah pendapat sama teman sebaya.
- Hindari bbrp pertanyaan yg dpt menimbulkan rasa malu.
- jaga kerahasiaan dalam komunikasi ( masa transisi dlm bersikap dewasa ).
Cara Komunikasi Dengan Anak
1. Melalui org ketiga : tdk lgs bertanya pd anak.
2.Bercerita : pergunakan bahasa yg mudah dimengerti,perlihatkan gambar
3.Bilioterapi: melalui pemberian buku/majalah anak mengekpresikan perasaan dan aktivitas sesuai cerita dlm buku.
4. Meminta untuk menyebutkan keinginan : mengetahui apa keinginan / keluhan anak.
5. Pro / kontra :mengetahui perasaan anak dan pikiran anak (mengajukan pertanyaaan hal positif dan negatif ).
6.Menulis : bila anak tidak dpt mengungkapkan perasaan secara verbal.
7. Menggambar : anak akan mengungkapkannya apabila gbr yg ditulisnya ditanya ttg maksudnya.
8. Bermain : sangat efektif dalam membantu berkomunikasi, dapat menjalin hub interpersonal dgn teman dan perawat.
Cara komunikasi Dengan Ortu Anak
1. Anjurkan ortu untuk berbicara
2. Arahkan ke fokus
3. Mendengarkan
4. Diam
5. Empati
6. Menyakinkan kembali
7. Merumuskan kembali
8. Memberi petunjuk kemungkinan apa yg terjadi
9. Menghindari hambatan dalam komunikasi.
Tahapan Dalam Komunikasi Dengan Anak
1. Tahap Prainteraksi
- Mengumpulkan data ttg kliendgn mempelajari status atau bertanya kepada ortu ttg masalah yg ada.
2. Tahap Perkenalan
- Memberi salam dan senyum pada klien,melakukan validasi , mencari kebenaran data yg ada, menobservasi, memperkenalkan nama dengan tujuan, waktu dan menjelaskan kerahasiaan klien.
3. Tahap Kerja
- Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya , krn akan memberitahu ttg hal yang kurang dimengerti dlm komunikasi, menanyakan keluhan utama.
4. Tahap Terminasi
- Menyimpulkan hasil wawancara meliputi evaluasi proses dan hasil, memberikan reinforcement positif, tindak lanjut,kontrak, dan mengakhiri wawancara dgn cara yg baik.
Faktor-Faktor Yg mempengaruhi Komunikasi Dengan Anak
1. Pendidkan
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Usia Tukem
5. Status kes anak
6. Sistem sosial
7. Saluran
8. Lingkungan. Read More...
Komunikasi adalah suatu proses ketika informasi disampaikan pada orang lain melalui simbol-simbol , tanda, atau tingkah laku (Haber,1987).
Komponen Dalam Komunikasi
1. Komunikator / Pengirim pesan
Yang menjadi komunikator dalam hal ini adalah anak, keluarga, atau kelompok .
2. Komunikan / penerima pesan
Penerima pesan mrp org yg menerima berita atau lambang .
3. Pesan
Berita yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui lambang, pembicara, gerakan atau sikap.Ex : Informasi ttg masalah kesehatan anak.
4. Media
Sarana atau saluran dari komunikasi. Dapat berupa media cetak, audio, visual, atau audio visual.
5. Umpan Balik
Reaksi komunikan sebgai dampak atau pengaruh dari pesan yg disampaikan, baik secara lgs m/p tidak lgs.
Sikap Dalam Komunikasi
Menurut Egan (1995); menyampaikan sikap kom mrpkan sesuatu apa yang harus dilakukan dalam komunikasi baik secara verbal m/p non verbal.
1. Sikap berhadapan
Bentuk sikap dimana sesorg lgs bertatap muka atau berhdp lgs dgn anak ( Komunikator siap utk berkomunikasi).
2. Sikap mempertahankan kontak
Bertujuan menghargai klien dan mengatakan adanya keinginan untuk tetap berkomunikasi dgn cara selalu memperhatikan apa yg diinformasikan atau disampaikandgn tidak melakukan kegiatan yg dapat mengalihkan perhatian dgn lainnya.
3. Sikap membungkuk kearah pasien
Menunjukkan keinginan utk mengatakan atau mendengar sesuatu dgn cara membungkuk sedikit kearah klien.
4.Sikap terbuka
Bentuk sikap dgn memberikan posisi kaki tidak melipat,tangan menunjukkan keterbukaan
untuk berkomunikasi
5. Sikap tetap relaks
Menunjukkan adanya keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dlm memberi respons pada klien selama komunikasi.
Sikap Komunikasi Terapeutik
1. Sikap kesejatian
Menghindari membuka diri yg terlalu dini sampai dgn anak menunjukkan kesiapan utk berespon positif terhadap keterbukaan, sikap kepercayaan kita pada anak.
2. Sikap empati
Bentuk sikap dgn cara menempatkan diri kita pada posisi anak dan org tua.
3. Sikap hormat
Bentuk sikap yg menunjukkan adanya suatu kepedulian/perhatian, rasa suka dan menghargai klien. EX : senyum pada saat yg tepat, melakukan jabat tangan atau sentuhan yang lembut dgn seizin komunikan.
4. Sikap Konkret
Bentuk sikap dengan menggunakan terminologi yg spesifik dan bukan abstrak pada saat kom dgn klien , EX : gambar, mainan, dll.
Komunikasi dengan Anak Sesuai TUKEM
1. Bayi : mengungkapkan kebutuhan dgn t.l dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh org sekitarnya EX: menangis.
2. Toddler dan Pra sekolah
- Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya.
- Memberi kesempatan pada mereka untk menyentuh alat pemeriksa yg akan digunakan.
- Bicara lambat
- Hindari sikap mendesak utk dijawab EX : jawab dong.
- Hindari konfrontasi lgs
- Salaman pada anak ( kurangi rasa cemas)
- Bergambar atau bercerita.
3. Usia sekolah
- Gunakan kata sederhana yg spesifik
- Jelaskan sesuatu yg membuat ketidakjelasan pada anak
- Jelaskan arti fungsi dan prosedur tindakan
- Jangan menyakiti atau mengancam
4. Usia remaja
- Berdiskusi atau curah pendapat sama teman sebaya.
- Hindari bbrp pertanyaan yg dpt menimbulkan rasa malu.
- jaga kerahasiaan dalam komunikasi ( masa transisi dlm bersikap dewasa ).
Cara Komunikasi Dengan Anak
1. Melalui org ketiga : tdk lgs bertanya pd anak.
2.Bercerita : pergunakan bahasa yg mudah dimengerti,perlihatkan gambar
3.Bilioterapi: melalui pemberian buku/majalah anak mengekpresikan perasaan dan aktivitas sesuai cerita dlm buku.
4. Meminta untuk menyebutkan keinginan : mengetahui apa keinginan / keluhan anak.
5. Pro / kontra :mengetahui perasaan anak dan pikiran anak (mengajukan pertanyaaan hal positif dan negatif ).
6.Menulis : bila anak tidak dpt mengungkapkan perasaan secara verbal.
7. Menggambar : anak akan mengungkapkannya apabila gbr yg ditulisnya ditanya ttg maksudnya.
8. Bermain : sangat efektif dalam membantu berkomunikasi, dapat menjalin hub interpersonal dgn teman dan perawat.
Cara komunikasi Dengan Ortu Anak
1. Anjurkan ortu untuk berbicara
2. Arahkan ke fokus
3. Mendengarkan
4. Diam
5. Empati
6. Menyakinkan kembali
7. Merumuskan kembali
8. Memberi petunjuk kemungkinan apa yg terjadi
9. Menghindari hambatan dalam komunikasi.
Tahapan Dalam Komunikasi Dengan Anak
1. Tahap Prainteraksi
- Mengumpulkan data ttg kliendgn mempelajari status atau bertanya kepada ortu ttg masalah yg ada.
2. Tahap Perkenalan
- Memberi salam dan senyum pada klien,melakukan validasi , mencari kebenaran data yg ada, menobservasi, memperkenalkan nama dengan tujuan, waktu dan menjelaskan kerahasiaan klien.
3. Tahap Kerja
- Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya , krn akan memberitahu ttg hal yang kurang dimengerti dlm komunikasi, menanyakan keluhan utama.
4. Tahap Terminasi
- Menyimpulkan hasil wawancara meliputi evaluasi proses dan hasil, memberikan reinforcement positif, tindak lanjut,kontrak, dan mengakhiri wawancara dgn cara yg baik.
Faktor-Faktor Yg mempengaruhi Komunikasi Dengan Anak
1. Pendidkan
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Usia Tukem
5. Status kes anak
6. Sistem sosial
7. Saluran
8. Lingkungan. Read More...
Selasa, 14 Oktober 2008
TUMBUH KEMBANG ANAK
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
• Pertumbuhan adalah bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, Mis : BB, PB.
• Perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar. ( Whalley dan Wong, 2000).
• Growth dan Development jalan bersama-sama , tidak dapat dipisahkan yang satu dengan yang lain.
• G & D adalah ciri khas dari anak dimulai dari konsepsi dan berlgs terus sepanjang masa anak dan kecapatannya tidak selalu sama pada tiap masa.
• G à dianggap sebagai penambahan ukuran (Physiacal Maturasi )
• D à dianggap sebagai penambahan fungsi/kematangan (Fungsional Maturation) .
GUNA PERAWAT MEMPELAJARI TUKEM
1. Sebagai alat ukur dalam memberikan askep.
2. Dengan mengobservasi dapat mendeteksi dini penyimpangan/deviasi tukem anak.
3. Mengetahui perkembangan anak baik secara fisik, psikologis, sosial dan intelektual.
FAKTOR – FAKTOR MEMPENGARUHI TUKEM
1. Faktor Herediter : Seks (jenis kelamin) dan ras
( Barat dan Asia).
2. Faktor Lingkungan
a. Lingkungan Pranatal : Lingkungan dalam kandungan, mulai dari konsepsi sampai lahir.
-Misalnya gisi ibu waktu hamil, posisi janin dalam uterus, penggunaan obat-obatan , kebiasaan merokok.
b.Lingkungan Postnatal : lingkungan setelah anak lahir.
- Misal : Nutrisi, statussosial ekonomi,kultur,iklim/cuaca, olahraga,posisi anak dalam keluarga dan status kesehatan.
3. Faktor Hormon
a. H. Somatotropin (G.H) : mempengaruhi pertumb TB dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilago dan sistem skeletal. (gigantisme)
b. H. tiroid : menstimulasi metabolisme tubuh
( kreatinisme).
c. H. Estrogen: mempengaruhi pertumbuhan sex.
4. Pelayanan kesehatan yang ada disekitar lingkungan.
- Anak diharapkan dapat terkontrol perkemangannnya dan jika ada masalah dapat segera di ketahui dan dipecahkan.
POLA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Pola pertumbuhan fisik yang terarah
a. Cephalocaudal atau head to tail direction ( dari arah kepala kemudian kekaki).
Mis : Mengangkat kepala dulu kemudian dada dan ekstremitas bawah.
b. Proximadistal atau Near to far direction ( menggerkaan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat/sumbuh tengah dan yang lebih jauh dari pusat).
Mis : bahu dulu baru jari-jari.
c. Mass to specifik atau simple to complekx ( dari yang mudah ke sulit).
Mis : Menggerakkan bahu , kemudian mengerakkan jari-jari yang lebih sulit atau melambaikan tangan, baru bisa memainkan jarinya.
2. Pola perkembangan berlangsung dalam tahapan perkembangan.
Pada tahap ini dibagi menjadi lima bagian yaitu :
a. Masa pra lahir : terjadi pertbh yg sangat cepat pada alat dan jaringan tbh.
b. Masa neonatus: terjadi proses penyesuaian dgn kehidupan di luar rahim.
c. Masa Bayi : terjadi perkembangan sesuai dgn lingkungan yang mempengaruhinya dan memiliki kemampuan untuk melindungi dan menghindari dari hal yg mengancam dirinya.
d. Masa anak : terjadi perkbg yg cepat dlm aspek sifat, sikap, minat dan cara penyesuainan dgn lingkungan dalam hal ini klg dan teman sebaya.
e. Masa remaja : terjadi perubahan kearah dewasa sehingga kematangan pada tanda-tanda pubertas.
POLA PERKEMBANGAN DIPENGARUHI OLEH KEMATANGAN DAN LATIHAN (BELAJAR).
- Proses kematangan dan belajar selalu mempengaruhi perubahan perkembangan anak dan terjadi interaksi yg kuat dalam mempengaruhi perkbg anak.
- Masa ini dikatakan sebagai masa kritis yg harus dirangsang agar mengalami pencapaian perkbg.
TAHAP PENCAPAIAN TUKEM ANAK
Dibagi dalam lima kelompok besar yaitu :
1. Masa pranatal :
- Embrio ( mulai konsepsi – 8 minggu) : terjadi defensiasi yg cepat dari ovum menjadi suatu organisme dan terbentuknya manusia. Pada minggu II terjadi pembelahan sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan ektoderm, minggu ke III terbentuk lapisan mesoderm. Sampai pada minggu VII belum tampak terjadi pergerakan yg menonjol hanya denyut jantung janin sudah mulai berdenyut sejak minggu 4.
- Fetus ( 9 minggu sampai lahir ) : terjadi peningkatan fungsi organ yaitu bertambah ukuran panjang dan BB
terutama pertumbuhan dan penambahan jaringan subcutan dan jaringan otot.
2. Masa Post Natal
a. Masa neonatus (0-28 hr)
- masa kehidupan yang baru dalam ekstra uteridan adaptasi semua sistem organ tubuh.
- Proses dari organ tersebut dimulai dari aktifitas pernapasan yg disertai pertukaran gas dgn frek napas 35-50 kali / menit, denyut jantung antara 120-160 kali/menit.
- Bayi mulai menangis , memutar-mutar kepala, dan menghisap (rooting refleks) dan menelan.
- Bayi sudah mulai bab pertama (mekonium) dalam waktu 24 jam dengan frekuensi bab sekitar 3-5 kali seminggu ( sesuai yang di komsumsi ASI dan PASI)
- Ginjal belum berfungsi sempurna , sehingga urine masih mengandung sedikit protein dan berwarna merah muda karena banyak mengandung senyawa urat.
- Hati masih imatur dalam memproduksi faktor pembekuan sebab belum terbentuknya flora usus yang akan berperan dalam absobsi vit K.
- Adanya kekebalan bayi karena ada imunoglobulin.
Perkembangan motorik halus dan motorik kasar
- Motorik kasar diawali dgn gerakan seimbang pada tubuh, mulai mengangkat kepala.
- Motorik halus : mampu mengikuti grs tengah bila kita memberikan respon terhadap gerakan jari atau tangan.
Perkembangan bahasa
- Kemampuan bersuara (menangis) dan beraksi terhadap suara atau bel.
Perkembangan sosial
- Ditunjukkan adanya tanda-tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali sesorang.
b. Masa Bayi (28 hari – 1 tahun).
Dibagi dalam 3 tahap :
1). Umur 1-4 bulan : diawali dgn perubahan BB , biula gizi baik maka perkiraaan berat badan akan mencapai
700-800 gr/bulan, sedangkan pertumbahan TB agak stabil.
Perkembangan Motorik halus
- Mengikuti objek dari sisi ke sisi, mencoba memengang benda kedalam mulut, memegang benda tapi terlepas, memperhatikan kaki dan tangan, memegang benda dgn kedua tangan, menahan benda ditangan w/p hanya sebentar.
Perkembangan Motorik Kasar
- Mengangkat kepala saat tengkurap, mencoba duduk sebentar dgn ditopang, dapat duduk dgn kepla tegak, jatuh terduduk dipangkuan ketika disokong pada posisi berdiri, kontrol kepala sempurna, mengangkat kepala sambil berbaring terlentang, berguling dari terlentang
Kemiring, posisi lengan dan tungkai kurang fleksi, dan berusa untuk merangkak.
Perkembangan bahasa
- Kemampuan berbahasa dan tersenyum, dapat berbunyi huruf hidup,berceloteh, mulai mengucapkan kata ooh/ahh, tertawa dan berteriak,mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.
Perkembangan sosial
- Mulai mengamati tangannya, tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak tersenyum,mengenali ibunya dgn penglihatan,penciuman,pendengaran dan sentuhan,tersenyum pada wajah mc , senag menatap wajah yang dikenalinya,diam apabila ada orang asing.
2). Umur 4-8 bulan : Pertumbuhan BB terjadi 2 kali BB waktu lahir dan rata – rata kenaikan 500-600 gr/bulan, TB stabil sesuai dgn pertambahan umur.
Perkembangan motorik kasar
-mengangkat kepala dgn melakukan gerakan menekan kedua tangannya, sudah mampu memalingkan kekanan dan kekiri, sudah mampu duduk dgn kepala tegak, mampu membalik badan, bangkit dgn kepala tegak,berayun kedepan dan kebelakang, berguling dari terlentang ke tengkurap dan dapat duduk dengan bantuan selam waktu singkat.
Perkembangan motorik halus
- Mulai mengamati benda, mulai menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memegang benda.
memindahkan objek dari satu tangan ketangan yg lain.
Perkembangan Bahasa
- Menirukan bunyi dan kata-kata, menoleh kearah suara, atau kesumber bunyi,tertawa, menjerit, menggunakan vokalisasi semakin banyak,menggunakan kata yang terdiri dari dua suku kata dan dapat membuat dua bunyi vokal yg bersamaan.
Perkembangan sosial
- Mulai bermain dengan mainan, takut akan kehadiran org asing,mudah frustasi dan memukul-mukul lengan dan kaki jika sedang kesal.
3). Umur 8-12 bulan : Pertumbuhan BB dapat mencapai 3 kali BB lahir dan pertambahan rata-rata sekitar 350-450 gr/bulan, pertambahan TB sekitar 1,5 kali Tb pada saat lahir dan diperkirakan TB akan mencapai 75 cm, peningkatan jaringan subkutan,penutupan pada fontanel anterior,LK dan LD sama besar,pertumbuhan gigi dimulai dari gigi susu.
Perkembangan motorik kasar
- Duduk tanpa pegangan, berdiri dgn pegangan, bangkit terus berdiri, berdiri 2 detik dan berdiri sendiri.
Perkembangan motorik halus
- Mencari atau meraih benda kecil, bila diberikubus mampu memindahkannya, mampu mengambilnya dan mampu memegang dgn jari dan ibu jari, membenturkan
dan mampu menaruh benda atau kubus ketempatnya.
Perkembangan bahasa
- Mampu mengatakan papa mama yg belum spesifik, dapat mengucapkan dgn 1-2 kata.
Perkembangan sosial
- Kemampuan untuk bertepuk tangan, menyatakan keinginan, mulai minum dgn cangkir, meniruan kegiatan orla, main-main bola .
c. Masa anak 1-2 tahun: Anak akan mengalami kenaikan BB sekitar 1,5-2,5 kg dan PB 6-10 cm, kemudian kenaikan LK hanya 2 cm, pertumbuhan gigi terdapat tambahan 8 buah gigi susu termasuk gigi gerahan pertama, dan gigi taring sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah.
Perkembangan motrorik kasar
- Anak mapu melangkah danberjalan dgn tegak,pada sekitar umur 18 bulan anak mampu menaiki tangga dgn cara satu tangan dipegang dan pada akhir tahun kedua sudah mampu berlari-lari kecil, menendang bola dan mulai mencoba melompat.
Perkembangan motorik halus
- Mencoba menyusun atau membuat menara pada kubus.
Perkembangan bahasa
- Anak sudah mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata, kemampuan meniru dan mengenal serta responsif terhadap orla sangat tinggi,mampu menunjukkan dua gambar, mampu mengombinasikan kata-kata,mampu menunjukkan lambaian anggota badan.
Perkembangan sosial
- Mulai membantu kegiatan rumah, menyuapi boneka, mulai menggosok gigi serta mencoba memakai baju.
d. Masa Pra sekolah : BB mengalami kenaikan rata-rata pertahunnya 2 kg, kelihatan kurus tapi aktifitas motorik tinggi, TB bertambah rata-rata 6,75-7,5 cm / tahun, anak sulit untuk makan, proses eliminasi sudah menunjukkan proses kemandirian, kognitif sudah mulai menunjukkan perkembangan, anak sudah siap diri untuk memasuki sekolah, anak sudah mampu mengidentifikasi identitas dirinya.
Perkembangan Motorik kasar:
- sudah mampu berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dgn satu kaki , berjalan dgn tumit ke
jari kaki, menjelajah, membuat posisi merangkak, dan berjalan dgn bantuan.
Perkembangan motorik halus
- Mammpu menggoyangkan jari-jari kaki, menggambar dua atau tiga bagian, memilih garis lebih panjang, dan menggambar orang, melambaikan tangan, maan sendiri, menggunakan sendok dgn bantuan,makan dengan tangan, membuat coretan di atas kertas.
Perkembangan bahasa
- Mampu menyebutkan hingga empat gambar, menyebutkan satu hingga dua warna, menyebutkan kegunaan benda, menghitung, memahami arti larangan, berespon terhadap panggilan.
Perkembangan sosial
- Dapat bermain dgn permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana dgn gaya tubuh, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan, mengenali anggota keluarga.
5. Masa Sekolah : BB bertambah 2,5 kg / tahun, TB bertambah 5 cm / tahun,
Perkembangan Motorik
- Anak lebih mampu menggunakan otot-otot kasar daripada otot yang halus, pada akhir masa sekolah motorik halus lebih berkembang, anak laki-laki lebih aktif daripada anak wanita.
Perkembangan sosial
- Mencari lingkungan yang lebih luas, sekolah sangat berperan dalam membentuk keperibadian anak, disekolah anak harus berinteraksi dgn orla selain keluarganya, sehingga peranan guru sangat besar.
6. Remaja (Adolence) : pertumbuhan yang pesat TB : 25 % dan BB : 50 %, semua sistem berubah, bagian tubuh tertentu memanjang.
Perkembangan Sosial Emosional
- Kemampuan sosial meningkat, reaksi dgn teman wanita / pria tapi lebih penting dgn sejenis, penampilan fisik sangat penting, peranan ortu / keluarga sudah di anggap tidak penting.
Secara umum pertumbuhan pada anak dapat diperkirakan dalam masa tumbuh kembang sebagai berikut :
BB ( Behrman, 1992) :
1. Lahir : kurang lebih 3,25 kg
2. 3-12 bulan : umur(bulan)+9
2
3. 1-6 tahun : umur(tahun) x 2 + 8
4. 6-12 tahun : umur (tahun) x 7 – 5
2
TB ( Behrman, 1992)
1. Lahir : 50 cm
2. Umur 1 tahun : 75 cm
3. 2-12 tahun : umur (tahun) x 6 + 77 Read More...
• Pertumbuhan adalah bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, Mis : BB, PB.
• Perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar. ( Whalley dan Wong, 2000).
• Growth dan Development jalan bersama-sama , tidak dapat dipisahkan yang satu dengan yang lain.
• G & D adalah ciri khas dari anak dimulai dari konsepsi dan berlgs terus sepanjang masa anak dan kecapatannya tidak selalu sama pada tiap masa.
• G à dianggap sebagai penambahan ukuran (Physiacal Maturasi )
• D à dianggap sebagai penambahan fungsi/kematangan (Fungsional Maturation) .
GUNA PERAWAT MEMPELAJARI TUKEM
1. Sebagai alat ukur dalam memberikan askep.
2. Dengan mengobservasi dapat mendeteksi dini penyimpangan/deviasi tukem anak.
3. Mengetahui perkembangan anak baik secara fisik, psikologis, sosial dan intelektual.
FAKTOR – FAKTOR MEMPENGARUHI TUKEM
1. Faktor Herediter : Seks (jenis kelamin) dan ras
( Barat dan Asia).
2. Faktor Lingkungan
a. Lingkungan Pranatal : Lingkungan dalam kandungan, mulai dari konsepsi sampai lahir.
-Misalnya gisi ibu waktu hamil, posisi janin dalam uterus, penggunaan obat-obatan , kebiasaan merokok.
b.Lingkungan Postnatal : lingkungan setelah anak lahir.
- Misal : Nutrisi, statussosial ekonomi,kultur,iklim/cuaca, olahraga,posisi anak dalam keluarga dan status kesehatan.
3. Faktor Hormon
a. H. Somatotropin (G.H) : mempengaruhi pertumb TB dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilago dan sistem skeletal. (gigantisme)
b. H. tiroid : menstimulasi metabolisme tubuh
( kreatinisme).
c. H. Estrogen: mempengaruhi pertumbuhan sex.
4. Pelayanan kesehatan yang ada disekitar lingkungan.
- Anak diharapkan dapat terkontrol perkemangannnya dan jika ada masalah dapat segera di ketahui dan dipecahkan.
POLA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Pola pertumbuhan fisik yang terarah
a. Cephalocaudal atau head to tail direction ( dari arah kepala kemudian kekaki).
Mis : Mengangkat kepala dulu kemudian dada dan ekstremitas bawah.
b. Proximadistal atau Near to far direction ( menggerkaan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat/sumbuh tengah dan yang lebih jauh dari pusat).
Mis : bahu dulu baru jari-jari.
c. Mass to specifik atau simple to complekx ( dari yang mudah ke sulit).
Mis : Menggerakkan bahu , kemudian mengerakkan jari-jari yang lebih sulit atau melambaikan tangan, baru bisa memainkan jarinya.
2. Pola perkembangan berlangsung dalam tahapan perkembangan.
Pada tahap ini dibagi menjadi lima bagian yaitu :
a. Masa pra lahir : terjadi pertbh yg sangat cepat pada alat dan jaringan tbh.
b. Masa neonatus: terjadi proses penyesuaian dgn kehidupan di luar rahim.
c. Masa Bayi : terjadi perkembangan sesuai dgn lingkungan yang mempengaruhinya dan memiliki kemampuan untuk melindungi dan menghindari dari hal yg mengancam dirinya.
d. Masa anak : terjadi perkbg yg cepat dlm aspek sifat, sikap, minat dan cara penyesuainan dgn lingkungan dalam hal ini klg dan teman sebaya.
e. Masa remaja : terjadi perubahan kearah dewasa sehingga kematangan pada tanda-tanda pubertas.
POLA PERKEMBANGAN DIPENGARUHI OLEH KEMATANGAN DAN LATIHAN (BELAJAR).
- Proses kematangan dan belajar selalu mempengaruhi perubahan perkembangan anak dan terjadi interaksi yg kuat dalam mempengaruhi perkbg anak.
- Masa ini dikatakan sebagai masa kritis yg harus dirangsang agar mengalami pencapaian perkbg.
TAHAP PENCAPAIAN TUKEM ANAK
Dibagi dalam lima kelompok besar yaitu :
1. Masa pranatal :
- Embrio ( mulai konsepsi – 8 minggu) : terjadi defensiasi yg cepat dari ovum menjadi suatu organisme dan terbentuknya manusia. Pada minggu II terjadi pembelahan sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan ektoderm, minggu ke III terbentuk lapisan mesoderm. Sampai pada minggu VII belum tampak terjadi pergerakan yg menonjol hanya denyut jantung janin sudah mulai berdenyut sejak minggu 4.
- Fetus ( 9 minggu sampai lahir ) : terjadi peningkatan fungsi organ yaitu bertambah ukuran panjang dan BB
terutama pertumbuhan dan penambahan jaringan subcutan dan jaringan otot.
2. Masa Post Natal
a. Masa neonatus (0-28 hr)
- masa kehidupan yang baru dalam ekstra uteridan adaptasi semua sistem organ tubuh.
- Proses dari organ tersebut dimulai dari aktifitas pernapasan yg disertai pertukaran gas dgn frek napas 35-50 kali / menit, denyut jantung antara 120-160 kali/menit.
- Bayi mulai menangis , memutar-mutar kepala, dan menghisap (rooting refleks) dan menelan.
- Bayi sudah mulai bab pertama (mekonium) dalam waktu 24 jam dengan frekuensi bab sekitar 3-5 kali seminggu ( sesuai yang di komsumsi ASI dan PASI)
- Ginjal belum berfungsi sempurna , sehingga urine masih mengandung sedikit protein dan berwarna merah muda karena banyak mengandung senyawa urat.
- Hati masih imatur dalam memproduksi faktor pembekuan sebab belum terbentuknya flora usus yang akan berperan dalam absobsi vit K.
- Adanya kekebalan bayi karena ada imunoglobulin.
Perkembangan motorik halus dan motorik kasar
- Motorik kasar diawali dgn gerakan seimbang pada tubuh, mulai mengangkat kepala.
- Motorik halus : mampu mengikuti grs tengah bila kita memberikan respon terhadap gerakan jari atau tangan.
Perkembangan bahasa
- Kemampuan bersuara (menangis) dan beraksi terhadap suara atau bel.
Perkembangan sosial
- Ditunjukkan adanya tanda-tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali sesorang.
b. Masa Bayi (28 hari – 1 tahun).
Dibagi dalam 3 tahap :
1). Umur 1-4 bulan : diawali dgn perubahan BB , biula gizi baik maka perkiraaan berat badan akan mencapai
700-800 gr/bulan, sedangkan pertumbahan TB agak stabil.
Perkembangan Motorik halus
- Mengikuti objek dari sisi ke sisi, mencoba memengang benda kedalam mulut, memegang benda tapi terlepas, memperhatikan kaki dan tangan, memegang benda dgn kedua tangan, menahan benda ditangan w/p hanya sebentar.
Perkembangan Motorik Kasar
- Mengangkat kepala saat tengkurap, mencoba duduk sebentar dgn ditopang, dapat duduk dgn kepla tegak, jatuh terduduk dipangkuan ketika disokong pada posisi berdiri, kontrol kepala sempurna, mengangkat kepala sambil berbaring terlentang, berguling dari terlentang
Kemiring, posisi lengan dan tungkai kurang fleksi, dan berusa untuk merangkak.
Perkembangan bahasa
- Kemampuan berbahasa dan tersenyum, dapat berbunyi huruf hidup,berceloteh, mulai mengucapkan kata ooh/ahh, tertawa dan berteriak,mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.
Perkembangan sosial
- Mulai mengamati tangannya, tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak tersenyum,mengenali ibunya dgn penglihatan,penciuman,pendengaran dan sentuhan,tersenyum pada wajah mc , senag menatap wajah yang dikenalinya,diam apabila ada orang asing.
2). Umur 4-8 bulan : Pertumbuhan BB terjadi 2 kali BB waktu lahir dan rata – rata kenaikan 500-600 gr/bulan, TB stabil sesuai dgn pertambahan umur.
Perkembangan motorik kasar
-mengangkat kepala dgn melakukan gerakan menekan kedua tangannya, sudah mampu memalingkan kekanan dan kekiri, sudah mampu duduk dgn kepala tegak, mampu membalik badan, bangkit dgn kepala tegak,berayun kedepan dan kebelakang, berguling dari terlentang ke tengkurap dan dapat duduk dengan bantuan selam waktu singkat.
Perkembangan motorik halus
- Mulai mengamati benda, mulai menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memegang benda.
memindahkan objek dari satu tangan ketangan yg lain.
Perkembangan Bahasa
- Menirukan bunyi dan kata-kata, menoleh kearah suara, atau kesumber bunyi,tertawa, menjerit, menggunakan vokalisasi semakin banyak,menggunakan kata yang terdiri dari dua suku kata dan dapat membuat dua bunyi vokal yg bersamaan.
Perkembangan sosial
- Mulai bermain dengan mainan, takut akan kehadiran org asing,mudah frustasi dan memukul-mukul lengan dan kaki jika sedang kesal.
3). Umur 8-12 bulan : Pertumbuhan BB dapat mencapai 3 kali BB lahir dan pertambahan rata-rata sekitar 350-450 gr/bulan, pertambahan TB sekitar 1,5 kali Tb pada saat lahir dan diperkirakan TB akan mencapai 75 cm, peningkatan jaringan subkutan,penutupan pada fontanel anterior,LK dan LD sama besar,pertumbuhan gigi dimulai dari gigi susu.
Perkembangan motorik kasar
- Duduk tanpa pegangan, berdiri dgn pegangan, bangkit terus berdiri, berdiri 2 detik dan berdiri sendiri.
Perkembangan motorik halus
- Mencari atau meraih benda kecil, bila diberikubus mampu memindahkannya, mampu mengambilnya dan mampu memegang dgn jari dan ibu jari, membenturkan
dan mampu menaruh benda atau kubus ketempatnya.
Perkembangan bahasa
- Mampu mengatakan papa mama yg belum spesifik, dapat mengucapkan dgn 1-2 kata.
Perkembangan sosial
- Kemampuan untuk bertepuk tangan, menyatakan keinginan, mulai minum dgn cangkir, meniruan kegiatan orla, main-main bola .
c. Masa anak 1-2 tahun: Anak akan mengalami kenaikan BB sekitar 1,5-2,5 kg dan PB 6-10 cm, kemudian kenaikan LK hanya 2 cm, pertumbuhan gigi terdapat tambahan 8 buah gigi susu termasuk gigi gerahan pertama, dan gigi taring sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah.
Perkembangan motrorik kasar
- Anak mapu melangkah danberjalan dgn tegak,pada sekitar umur 18 bulan anak mampu menaiki tangga dgn cara satu tangan dipegang dan pada akhir tahun kedua sudah mampu berlari-lari kecil, menendang bola dan mulai mencoba melompat.
Perkembangan motorik halus
- Mencoba menyusun atau membuat menara pada kubus.
Perkembangan bahasa
- Anak sudah mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata, kemampuan meniru dan mengenal serta responsif terhadap orla sangat tinggi,mampu menunjukkan dua gambar, mampu mengombinasikan kata-kata,mampu menunjukkan lambaian anggota badan.
Perkembangan sosial
- Mulai membantu kegiatan rumah, menyuapi boneka, mulai menggosok gigi serta mencoba memakai baju.
d. Masa Pra sekolah : BB mengalami kenaikan rata-rata pertahunnya 2 kg, kelihatan kurus tapi aktifitas motorik tinggi, TB bertambah rata-rata 6,75-7,5 cm / tahun, anak sulit untuk makan, proses eliminasi sudah menunjukkan proses kemandirian, kognitif sudah mulai menunjukkan perkembangan, anak sudah siap diri untuk memasuki sekolah, anak sudah mampu mengidentifikasi identitas dirinya.
Perkembangan Motorik kasar:
- sudah mampu berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dgn satu kaki , berjalan dgn tumit ke
jari kaki, menjelajah, membuat posisi merangkak, dan berjalan dgn bantuan.
Perkembangan motorik halus
- Mammpu menggoyangkan jari-jari kaki, menggambar dua atau tiga bagian, memilih garis lebih panjang, dan menggambar orang, melambaikan tangan, maan sendiri, menggunakan sendok dgn bantuan,makan dengan tangan, membuat coretan di atas kertas.
Perkembangan bahasa
- Mampu menyebutkan hingga empat gambar, menyebutkan satu hingga dua warna, menyebutkan kegunaan benda, menghitung, memahami arti larangan, berespon terhadap panggilan.
Perkembangan sosial
- Dapat bermain dgn permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana dgn gaya tubuh, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan, mengenali anggota keluarga.
5. Masa Sekolah : BB bertambah 2,5 kg / tahun, TB bertambah 5 cm / tahun,
Perkembangan Motorik
- Anak lebih mampu menggunakan otot-otot kasar daripada otot yang halus, pada akhir masa sekolah motorik halus lebih berkembang, anak laki-laki lebih aktif daripada anak wanita.
Perkembangan sosial
- Mencari lingkungan yang lebih luas, sekolah sangat berperan dalam membentuk keperibadian anak, disekolah anak harus berinteraksi dgn orla selain keluarganya, sehingga peranan guru sangat besar.
6. Remaja (Adolence) : pertumbuhan yang pesat TB : 25 % dan BB : 50 %, semua sistem berubah, bagian tubuh tertentu memanjang.
Perkembangan Sosial Emosional
- Kemampuan sosial meningkat, reaksi dgn teman wanita / pria tapi lebih penting dgn sejenis, penampilan fisik sangat penting, peranan ortu / keluarga sudah di anggap tidak penting.
Secara umum pertumbuhan pada anak dapat diperkirakan dalam masa tumbuh kembang sebagai berikut :
BB ( Behrman, 1992) :
1. Lahir : kurang lebih 3,25 kg
2. 3-12 bulan : umur(bulan)+9
2
3. 1-6 tahun : umur(tahun) x 2 + 8
4. 6-12 tahun : umur (tahun) x 7 – 5
2
TB ( Behrman, 1992)
1. Lahir : 50 cm
2. Umur 1 tahun : 75 cm
3. 2-12 tahun : umur (tahun) x 6 + 77 Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)